KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Akreditasi menggelar seminar nasional bertajuk “Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Menuju Akreditasi Unggul” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga akreditasi nasional, akademisi terkemuka, serta praktisi pendidikan tinggi dari seluruh nusantara.
Seminar yang diselenggarakan di Aula Serbaguna Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Sultan Qaimuddin, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan. Kehadiran lebih dari 300 peserta, yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa tingkat akhir, serta perwakilan dari perguruan tinggi lain di Sulawesi Tenggara, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap topik peningkatan akreditasi institusional.
Menurut informasi yang dihimpun, seminar ini mencakup tiga sesi utama. Sesi pertama membahas tentang “Standar Akreditasi Terbaru dan Implementasinya dalam Sistem Akademik”, sesi kedua mengulas “Manajemen Risiko dan Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi”, dan sesi ketiga berisikan “Best Practice dari Perguruan Tinggi Terakreditasi A”. Setiap sesi disertai dengan sesi tanya jawab interaktif untuk memaksimalkan pemahaman peserta.
### Latar Belakang Penyelenggaraan Seminar
Penyelenggaraan seminar nasional ini tidak terlepas dari upaya berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meningkatkan status akreditasi institusionalnya. Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, institusi ini telah berupaya secara konsisten untuk memenuhi standar akreditasi nasional yang semakin ketat seiring dinamika perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Unit Akreditasi, sebagai lembaga internal yang menangani masalah penjaminan mutu dan akreditasi, melihat perlunya intensifikasi kegiatan sosialisasi dan peningkatan pemahaman seluruh stakeholder kampus mengenai kriteria dan standar akreditasi terkini. Selain itu, seminar ini juga bertujuan untuk membangun jaringan dan bertukar pengalaman dengan institusi pendidikan lain, khususnya di kawasan timur Indonesia.
“Kami percaya bahwa kualitas pendidikan adalah fondasi utama dari keunggulan kompetitif sebuah institusi. Oleh karena itu, kami mengundang seluruh jajaran civitas akademika untuk bersama-sama memahami dan mengimplementasikan standar akreditasi dengan serius dan terukur,” jelas Dr. H. Muh. Arief Setiawan, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembuka acara pada pukul 08.30 WITA.
### Pembicara Utama dan Materi Seminar
Pembicara utama dalam seminar ini adalah Prof. Dr. Bambang Hermanto, M.Sc., Kepala Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Wilayah Sulawesi. Beliau menyampaikan perspektif terbaru mengenai standar akreditasi institusional yang telah direvisi pada tahun 2024, mencakup lima aspek utama: visi-misi-tujuan-sasaran, tata pamong dan tata kelola, kemitraan dan inovasi, infrastruktur dan sumber daya, serta luaran dan capaian.
“Standar akreditasi yang baru lebih fokus pada outcome dan dampak nyata terhadap masyarakat. Bukan hanya tentang ketersediaan fasilitas, melainkan bagaimana institusi memanfaatkan sumber daya tersebut untuk menciptakan luaran yang bermakna. Kami melihat universitas di Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk mencapai akreditasi dengan peringkat lebih tinggi, asalkan mereka konsisten dan terencana dalam implementasinya,” tutur Prof. Bambang Hermanto dalam pidato pembukaan pada pukul 09.00 WITA, yang juga disiarkan melalui platform webinar daring untuk peserta dari berbagai daerah.
Pembicara kedua adalah Dr. Irfan Ridho Tanjung, Kepala Unit Penjaminan Mutu Internal Universitas Airlangga, Surabaya. Melalui presentasinya yang detail, Dr. Irfan membagikan pengalaman institusinya dalam mencapai akreditasi A secara konsisten selama lima tahun berturut-turut. Beliau menjelaskan pentingnya integrasi antara sistem manajemen kualitas, budaya data-driven decision making, serta keterlibatan aktif semua unit kerja dalam proses penjaminan mutu.
“Kesalahan terbesar yang sering dilakukan perguruan tinggi adalah menganggap akreditasi hanya sebagai kegiatan administratif yang harus diselesaikan sekali dalam lima tahun. Padahal, sistem penjaminan mutu harus menjadi bagian integral dari budaya organisasi yang dijalankan setiap hari, setiap jam, dan setiap saat. Tim kami tidak mengenal istilah ‘lepas’ ketika menyangkut kualitas pendidikan,” ungkap Dr. Irfan Ridho Tanjung dengan antusiasme tinggi.
### Webinar Paralel dan Sesi Interaktif
Bersamaan dengan seminar utama, Unit Akreditasi juga menyelenggarakan empat webinar paralel yang dapat diikuti secara daring oleh peserta dari luar Kendari. Webinar pertama membahas “Pengembangan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi”, yang dipandu oleh Prof. Dr. H. Sumarno, M.A., seorang ahli dalam bidang manajemen pendidikan tinggi dari Universitas Indonesia.
Webinar kedua mengangkat topik “Akreditasi Program Studi dan Relevansi dengan Dunia Kerja”, dengan pembicara Ir. Sugiyanto, Ph.D., ketua asosiasi program studi teknik se-Sulawesi Tenggara. Beliau menekankan pentingnya sinkronisasi antara kurikulum akademik dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, agar lulusan perguruan tinggi dapat langsung kompetitif di pasar kerja.
“Akreditasi program studi bukan sekadar memenuhi checklist dari lembaga akreditasi. Lebih dari itu, akreditasi adalah jaminan kepada stakeholder bahwa program studi tersebut menghasilkan lulusan yang berkualitas, relevan, dan mampu bersaing di era global. Oleh karena itu, kami harus selalu melakukan evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan berdasarkan feedback dari pengguna lulusan,” jelas Ir. Sugiyanto melalui platform webinar.
Webinar ketiga menghadirkan topik “Teknologi Informasi dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi”, dengan pembicara Dr. Hasanuddin, S.T., M.T., Direktur Pusat Teknologi Informasi Universitas Hasanuddin. Beliau mendemonstrasikan penggunaan platform manajemen mutu terintegrasi yang dapat memudahkan institusi dalam mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan data kualitas secara real-time.
Sementara itu, webinar keempat berfokus pada “Strategi Komunikasi dan Advokasi untuk Peningkatan Akreditasi”, yang dipimpin oleh Dra. Siti Nurbaya, M.Sc., spesialis komunikasi institusional dari Institut Pertanian Bogor. Beliau memberikan insight berharga tentang bagaimana membangun narasi positif dan menyampaikan pencapaian institusi kepada berbagai stakeholder secara efektif.
### Peran Penting Unit Akreditasi
Dalam acara ini, Kepala Unit Akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Muhammad Amin Pramusinto, S.S., M.Si., juga memberikan penjelasan mengenai peran strategis unit akreditasi dalam ekosistem pendidikan tinggi. Unit Akreditasi, yang berdiri sejak tahun 2020, memiliki tugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan penjaminan mutu internal, mempersiapkan dokumen akreditasi institusional dan program studi, serta melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
“Unit Akreditasi bukan hanya lembaga administratif yang menangani dokumen saja. Kami adalah change agent yang bertugas menggerakkan budaya mutu di seluruh institusi. Kami harus memastikan bahwa setiap unit kerja, dari rektorat hingga tingkat dekan, memahami dan mengimplementasikan standar akreditasi dengan baik,” jelas Dr. Muhammad Amin Pramusinto kepada penulis.
Beliau juga menyebutkan bahwa Unit Akreditasi telah mempersiapkan roadmap komprehensif untuk peningkatan akreditasi institusional dari status “B” menjadi “A” dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Roadmap tersebut mencakup peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi, penguatan infrastruktur dan sumber daya, serta peningkatan kemitraan strategis dengan industri dan institusi pendidikan lain.
### Dampak dan Harapan ke Depan
Kehadiran dari berbagai stakeholder dalam seminar ini menunjukkan komitmen bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Beberapa peserta yang merupakan dosen dan tenaga kependidikan dari universitas lain mengekspresikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menyelenggarakan seminar berkualitas ini.
“Saya sangat terbantu dengan informasi yang disampaikan oleh para pembicara. Khususnya dari Dr. Irfan Ridho yang berbagi pengalaman praktis tentang implementasi sistem penjaminan mutu. Saya akan membawa insight ini kembali ke universitas tempat saya bekerja dan diskusikan dengan rekan-rekan di unit penjaminan mutu kami,” ujar Dra. Lia Handayani, M.Ed., Kepala Unit Penjaminan Mutu Universitas Tadulako, Palu, usai menghadiri salah satu sesi seminar.
Sementara itu, dari sisi mahasiswa, acara ini juga memberikan manfaat signifikan. Mereka mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya kualitas program studi dan bagaimana kualitas tersebut berdampak langsung pada pengalaman belajar dan prospek karir mereka setelah lulus.
“Saya baru sadar bahwa akreditasi bukan hanya penting untuk universitas, tetapi juga penting untuk kami sebagai mahasiswa. Karena akreditasi adalah bukti bahwa program studi kami memiliki standar kualitas yang diakui secara nasional. Ini tentu menjadi nilai tambah ketika kami memasuki pasar kerja,” ungkap Muhammad Rizki, mahasiswa tingkat tiga Program Studi Akuntansi, kepada penulis setelah mengikuti beberapa sesi seminar.
### Kesuksesan Teknis dan Logistik
Penyelenggaraan seminar yang melibatkan lebih dari 300 peserta tatap muka dan puluhan peserta daring ini berjalan dengan lancar berkat koordinasi yang baik antara Unit Akreditasi, Bagian Administrasi Akademik, Pusat Teknologi Informasi, serta berbagai unit pendukung lainnya. Fasilitas audiovisual yang modern dan koneksi internet yang stabil memastikan pengalaman peserta baik di tempat maupun daring terjaga dengan baik.
Panitia juga menyediakan e-certificate untuk semua peserta yang hadir, baik tatap muka maupun daring. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi bukti partisipasi aktif peserta dalam kegiatan pengembangan diri mengenai akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi.
### Penutup dan Visi ke Depan
Seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan wujud nyata dari komitmen institusi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Kehadiran pembicara berkualitas dari berbagai institusi terkemuka, baik dari Jawa maupun luar Jawa, menunjukkan bahwa Sulawesi Tenggara tidak lagi terisolasi dari perkembangan pendidikan tinggi nasional.
Menjelang penutupan acara, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari kembali menekankan pentingnya sinergitas antara semua stakeholder dalam mewujudkan visi institusi. “Seminar ini adalah awal dari momentum perubahan menuju institusi yang lebih berkualitas. Kami mengharapkan bahwa setiap peserta yang hadir hari ini akan menjadi duta mutu di unit masing-masing, dan terus mendorong implementasi standar akreditasi secara konsisten,” pesan Dr. H. Muh. Arief Setiawan.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan target konkret untuk meningkatkan status akreditasi institusionalnya pada tahun 2028. Dengan menjalankan roadmap yang telah disusun, melibatkan seluruh civitas akademika, dan terus belajar dari best practice institusi lain, target tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
Seminar ini juga diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi intensifikasi kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan berbagai institusi pendidikan lain, baik untuk penelitian, pengembangan kurikulum, maupun pertukaran sumber daya manusia. Dengan memanfaatkan geografis dan potensi lokal Sulawesi Tenggara, institusi ini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi universitas yang tidak hanya berkualitas secara nasional, tetapi juga relevan dan bermanfaat bagi pembangunan daerah.
(Berita ini disusun berdasarkan pantauan langsung di lapangan dan wawancara dengan narasumber terpilih. Redaksi mengucapkan terima kasih kepada Unit Akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari yang telah memfasilitasi pengumpulan informasi.)
—
Panjang artikel: 1.847 kata