KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga mendorong inovasi melalui penelitian. Dalam perkembangan terkini, Unit Akreditasi kampus tersebut mengumumkan bahwa lima proyek penelitian kolaboratif antara dosen dan mahasiswa telah meraih pengakuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada April 2026 ini.
Pencapaian bergengsi ini menandai babak baru bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengintegrasikan riset dengan proses pembelajaran. Kelima penelitian tersebut mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, kesehatan masyarakat, hingga pengembangan software berbasis kecerdasan buatan untuk solusi lokal.
Direktur Unit Akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., dalam wawancara eksklusif pada Rabu, 2 April 2026, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Kami percaya bahwa universitas bukan sekadar tempat transfer pengetahuan, melainkan pusat inovasi yang menghasilkan solusi konkret untuk masyarakat,” ujar Bambang Sutrisno dengan penuh antusiasme.
Menurut Direktur Unit Akreditasi tersebut, keberhasilan penelitian-penelitian ini merupakan hasil dari sinergi yang solid antara sivitas akademika. “Mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam penelitian sejak semester awal. Mereka tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi menjadi subjek yang aktif berkontribusi dalam menghasilkan pengetahuan baru,” jelasnya lebih lanjut.
### Penelitian Pertanian Berkelanjutan untuk Petani Lokal
Salah satu penelitian yang mendapat perhatian khusus adalah proyek “Optimalisasi Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi IoT di Sulawesi Tenggara” yang dipimpin oleh Dr. Siti Nurhaliza, dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Kendari. Penelitian ini melibatkan 12 mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Teknik Elektro, Agroteknologi, dan Sistem Informasi.
Tim peneliti mengembangkan sistem monitoring tanah dan cuaca berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses oleh petani lokal melalui aplikasi mobile. Teknologi ini memungkinkan petani di daerah terpencil untuk menerima data real-time tentang kondisi lahan mereka, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam hal irigasi, pemupukan, dan waktu tanam.
“Kami telah melakukan uji coba di 15 lahan pertanian di Kabupaten Konawe Selatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 35 persen dengan pengurangan penggunaan air sebesar 40 persen,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza dalam sebuah presentasi yang kami saksikan di kantor Unit Akreditasi.
Mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini, Demi Pratama, mahasiswa tahun ketiga Teknik Elektro, mengakui bahwa pengalaman ini sangat berharga bagi pengembangan profesionalnya. “Kami belajar langsung bagaimana teknologi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bukan hanya teori di kelas, tetapi implementasi langsung di lapangan,” cerita Demi dengan antusias.
### Inovasi Energi Terbarukan untuk Ketahanan Energi
Penelitian kedua yang meraih pengakuan nasional adalah “Pengembangan Panel Surya Hybrid Generasi Ketiga dengan Efisiensi Optimal untuk Daerah Tropis.” Proyek ini dipimpin oleh Prof. Dr. Hendra Wijaya, seorang peneliti senior di bidang energi terbarukan yang telah menghabiskan 20 tahun karir akademisnya.
Prof. Hendra dan timnya yang terdiri dari 10 mahasiswa pascasarjana dan sarjana telah berhasil mengembangkan prototipe panel surya yang menggabungkan teknologi fotovoltaik tradisional dengan termoelektrik. Inovasi ini dirancang khusus untuk kondisi iklim tropis seperti di Indonesia, di mana intensitas cahaya tinggi tetapi juga disertai dengan kelembaban dan panas yang ekstrem.
“Panel surya konvensional yang beredar di pasaran sering kali tidak optimal ketika digunakan di daerah tropis karena degradasi performa akibat suhu tinggi. Kami berhasil mengatasi masalah ini dengan desain material baru yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem,” jelas Prof. Hendra Wijaya dengan bangga.
Penelitian ini telah menghasilkan satu paten nasional dan sedang dalam proses permohonan paten internasional. Selain itu, teknologi ini juga menarik perhatian beberapa perusahaan energi terbarukan terkemuka untuk melakukan komersialisasi lebih lanjut.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Nisa Karimah dari Program Studi Magister Teknik Energi, menceritakan pengalamannya: “Awalnya saya hanya ingin menyelesaikan tesis, tetapi Prof. Hendra membuka perspektif saya bahwa penelitian ini bisa menjadi solusi nyata untuk transisi energi Indonesia. Itu memotivasi saya untuk bekerja lebih keras dan lebih kreatif.”
### Program Kesehatan Masyarakat Berbasis Digital
Proyek ketiga yang mendapat pengakuan adalah “Aplikasi Telemedicine Terintegrasi untuk Daerah Terpencil di Sulawesi Tenggara.” Penelitian ini disponsori oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan dilaksanakan oleh Dr. Mardi Santoso bersama 15 mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan.
Aplikasi yang dikembangkan memungkinkan masyarakat di daerah terpencil untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke kota. Sistem ini juga terintegrasi dengan data electronic health record (EHR) yang komprehensif, sehingga riwayat kesehatan pasien dapat diakses dengan mudah oleh tenaga kesehatan manapun.
“Kami telah melakukan pilot project di tiga puskesmas di daerah terpencil Sulawesi Tenggara. Hasilnya sangat memuaskan. Dalam tiga bulan pertama, sudah lebih dari 500 konsultasi berhasil dilakukan melalui platform ini, dan 80 persen pasien merasa puas dengan layanan yang diberikan,” ungkap Dr. Mardi Santoso.
Mahasiswa yang terlibat, Rahmat Hidayat dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, menambahkan perspektif dari sisi implementasi: “Kami tidak hanya membuat aplikasi di lab, tetapi turun langsung ke masyarakat untuk memahami kebutuhan mereka. Feedback dari pengguna sangat berharga dalam menyempurnakan sistem kami.”
### Solusi Software Berbasis Artificial Intelligence
Dua penelitian terakhir yang meraih pengakuan adalah “Sistem Rekomendasi Produk Lokal Berbasis Machine Learning” dan “Chatbot Customer Service dalam Bahasa Daerah dengan Natural Language Processing.” Kedua proyek ini dipimpin oleh Ir. Suryanto, M.Tech., dari Fakultas Teknik Informatika.
Sistem rekomendasi pertama dirancang untuk membantu UMKM lokal meningkatkan penjualan melalui personalisasi produk kepada konsumen. Penelitian ini melibatkan analisis data dari lebih dari 10.000 transaksi penjualan lokal untuk melatih model machine learning.
Sementara itu, chatbot customer service yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Daerah (khususnya Bahasa Tolaki dan Muna) merupakan inovasi unik yang belum banyak dilakukan di Indonesia. “Kami percaya bahwa teknologi harus accessible dan relevan dengan konteks lokal. Chatbot yang hanya bisa berbahasa Indonesia atau Inggris saja kurang relevan untuk UMKM lokal yang sebagian besar pemiliknya lebih nyaman berbahasa daerah,” jelas Ir. Suryanto.
Mahasiswa yang menangani chatbot, Rina Kusuma dari Program Studi Teknik Informatika, berbagi pengalaman penelitiannya: “Ini adalah yang pertama kalinya saya mendalami Natural Language Processing untuk bahasa lokal. Tantangannya besar, tetapi juga sangat memuaskan ketika chatbot akhirnya dapat memahami dan merespon dalam Bahasa Tolaki dengan benar.”
### Peran Unit Akreditasi dalam Mendorong Penelitian
Unit Akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki peran strategis dalam memfasilitasi dan mengawasi kualitas penelitian. Menurut Dr. Bambang Sutrisno, unit ini tidak hanya menjadi badan penjamin mutu, tetapi juga menjadi katalis untuk inovasi.
“Kami memiliki program internal funding untuk mendukung penelitian dosen-mahasiswa yang memiliki potensi tinggi. Setiap semester, kami membuka call for proposals dan tim kami akan melakukan review ketat untuk memastikan penelitian tersebut memiliki originalitas, relevansi, dan dampak yang jelas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Bambang Sutrisno menjelaskan bahwa kampus juga berinvestasi dalam infrastruktur pendukung penelitian. “Kami telah membangun innovation hub yang dilengkapi dengan laboratorium modern, perangkat maker space, dan studio desain. Semua ini tersedia untuk dosen dan mahasiswa yang ingin mengembangkan ide-ide inovatif mereka,” katanya.
### Dampak pada Peningkatan Akreditasi Kampus
Pencapaian ini memiliki implikasi signifikan bagi akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari. Penelitian berkualitas adalah salah satu kriteria utama dalam penilaian akreditasi institusi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Dengan lima penelitian yang mendapat pengakuan nasional dalam periode singkat ini, kami sangat optimis bahwa akreditasi institusional kami akan meningkat dari Akreditasi B menjadi Akreditasi A dalam siklus akreditasi mendatang,” ujar Dr. Bambang Sutrisno dengan penuh harapan.
Selain itu, penelitian-penelitian ini juga meningkatkan visibilitas kampus di tingkat nasional. Beberapa publikasi telah muncul di jurnal-jurnal ternama, dan tim peneliti telah diundang untuk mempresentasikan karya mereka di berbagai konferensi akademik tingkat nasional dan internasional.
### Dukungan Ekosistem dan Kolaborasi
Keberhasilan penelitian-penelitian ini juga didukung oleh ekosistem yang kondusif. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi penelitian, industri, dan pemerintah daerah.
“Kami memiliki MOU dengan Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara untuk penelitian pertanian berkelanjutan, dengan PT Pembangkit Energi Indonesia untuk penelitian energi terbarukan, dan dengan Dinas Kesehatan untuk telemedicine,” jelas Dr. Bambang Sutrisno.
Kolaborasi ini bukan hanya memberikan akses kepada data dan lapangan untuk penelitian, tetapi juga mempercepat proses translasi teknologi dari universitas ke masyarakat.
### Pesan untuk Generasi Muda Akademis
Dr. Bambang Sutrisno menutup wawancara dengan pesan inspiratif untuk mahasiswa yang ingin terlibat dalam penelitian: “Jangan pernah remehkan ide-ide brilian yang ada di kepala kalian. Universitas adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan ide tersebut menjadi sesuatu yang nyata dan bermanfaat. Kami siap mendukung dengan penuh.”
Profesor Hendra Wijaya juga menambahkan perspektif dari pengalamannya bertahun-tahun: “Penelitian adalah tentang keingintahuan dan ketekunan. Kalian akan menemui banyak kegagalan di perjalanan ini, tetapi setiap kegagalan adalah pembelajaran yang berharga. Yang terpenting adalah tidak pernah menyerah dan terus berinovasi.”
### Rencana ke Depan
Universitas Muhammadiyah Kendari tidak berniat berhenti di sini. Untuk tahun-tahun mendatang, kampus berencana untuk meningkatkan alokasi dana penelitian, merekrut lebih banyak peneliti berpengalaman, dan membangun fasilitas penelitian yang lebih canggih.
“Kami juga akan membuka program magister baru di bidang-bidang strategis yang sesuai dengan riset kami, sehingga kami dapat menghasilkan lebih banyak lulusan yang siap untuk melanjutkan penelitian,” kata Dr. Bambang Sutrisno.
Dengan momentum ini, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi pusat inovasi dan penelitian yang diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Perjalanan menuju keunggulan akademis terus berlanjut, dan penelitian-penelitian ini adalah bukti nyata dari komitmen kampus terhadap excellence dan kontribusi sosial.
Kontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan
Tidak dapat diabaikan bahwa semua lima penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dari pertanian berkelanjutan (SDG 2), energi bersih dan terjangkau (SDG 7), kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), hingga pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), penelitian-penelitian ini berkontribusi langsung pada pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Kesimpulan
Pencapaian Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghasilkan lima penelitian berkualitas yang mendapat pengakuan nasional pada April 2026 ini menunjukkan bahwa universitas mampu memainkan peran strategis tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam inovasi dan pembangunan masyarakat. Dengan dukungan Unit Akreditasi yang kuat, kolaborasi antar disiplin ilmu, dan ekosistem yang kondusif, kampus ini terus membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Langkah-langkah inovatif ini diharapkan dapat menginspirasi universitas lain untuk juga mendorong penelitian berkualitas dan memberikan