KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Akreditasi, menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang meriah pada Selasa, 15 April 2026, di Lapangan Olahraga Kampus Jalan Ahmad Yani, Kendari. Acara tahunan yang telah menjadi tradisi ini menghadirkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya yang memukau, melibatkan lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Festival yang berlangsung selama dua hari penuh ini menampilkan perpaduan unik antara semangat kompetitif dalam bidang olahraga dan ekspresi seni budaya yang mencerminkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Kehadiran puluhan dosen pembimbing, pejabat kampus, dan undangan khusus dari berbagai institusi pendidikan dan pemerintah daerah membuat acara ini semakin bergengsi dan berbobot.
Pembukaan Meriah dan Antusiasme Peserta
Acara pembukaan dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan parade atlet dan peserta seni dari semua fakultas yang ada. Peserta berbaris dengan rapi, masing-masing membawa bendera dan atribut unik dari fakultasnya. Energi positif terlihat jelas dari setiap wajah mahasiswa yang antusias menampilkan kemampuan mereka di panggung tertinggi universitas ini.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. H. Muh. Saleh Masagena, M.T., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Unit Akreditasi dalam mengorganisir kegiatan ini. “Acara seperti ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai wadah bagi mahasiswa kami untuk mengembangkan potensi, menunjukkan prestasi, dan mempererat hubungan antar sivitas akademika,” ujar Rektor Saleh dalam pembukaan resmi.
Dr. Masagena menambahkan bahwa festival semacam ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya akademik unggul, tetapi juga memiliki keseimbangan dalam pengembangan bakat seni dan olahraga. “Kami percaya bahwa pendidikan holistik adalah kunci untuk menciptakan generasi pemimpin masa depan yang komprehensif,” lanjut Rektor tersebut.
Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Festival ini menghadirkan rangkaian olahraga yang komprehensif dan kompetitif. Cabang olahraga yang menjadi andalan tahun ini mencakup sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, catur, atletik, dan cabang-cabang baru seperti e-sports yang mulai diakui sebagai olahraga modern.
Pertandingan sepak bola antar-fakultas menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Tim Fakultas Teknik berhasil memenangkan juara pertama setelah melampaui Fakultas Hukum dengan skor 3-2 dalam pertandingan final yang sangat sengit dan penuh dramatika. Gol kemenangan dicetak oleh Farhan Ridho, mahasiswa semester enam dari Program Studi Teknik Sipil, yang merayakan golnya dengan penuh semangat dihadapan ribuan penonton yang memenuhi lapangan.
“Kami sangat bahagia bisa mempertahankan gelar juara di cabang sepak bola. Ini adalah hasil dari latihan keras dan kerja sama tim yang solid selama berbulan-bulan. Kami dedikasikan juara ini kepada semua mahasiswa Fakultas Teknik yang telah mendukung kami,” ungkap Farhan Ridho seusai pertandingan final.
Untuk cabang bola voli putri, tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berhasil menjadi juara dengan menunjukkan permainan yang solid dan terkoordinasi dengan baik. Sedangkan untuk kategori putra, Fakultas Ekonomi dan Bisnis meraih prestasi gemilang dengan permainan yang agresif dan strategis.
Dalam kategori bulu tangkis tunggal putra, Muhammad Irvan Pratama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berhasil meraih juara dengan mengalahkan lawan-lawannya melalui pertandingan yang panjang dan membutuhkan stamina tinggi. “Saya sangat bersyukur bisa memenangkan kejuaraan ini. Persiapan yang matang dan dukungan dari keluarga besar FISIP sangat membantu pencapaian ini,” kata Irvan dengan senyuman bangga.
Penampilan Seni Budaya yang Memukau
Tidak kalah menarik dari kompetisi olahraga, pertunjukan seni budaya dalam festival ini menampilkan keragaman ekspresi kreatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Panggung utama dipenuhi dengan berbagai pertunjukan yang mencakup tari tradisional, tari modern, musik tradisional, musik kontemporer, teater, dan fashion show.
Pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara menjadi highlight utama dalam sesi seni budaya. Mahasiswa-mahasiswi dari Fakultas Seni dan Desain menampilkan tarian-tarian khas daerah seperti Poco-Poco, tarian Perang, dan tarian adat lainnya dengan kostum yang autentik dan memukau. Penonton yang hadir terpukau dengan setiap gerakan yang presisi dan penuh makna budaya.
“Kami ingin menunjukkan kepada seluruh generasi mahasiswa bahwa budaya lokal kita sangat kaya dan perlu untuk dilestarikan. Melalui pertunjukan ini, kami berharap mahasiswa lain bisa lebih mencintai dan menghargai warisan budaya kita,” jelas Siti Nurhaliza, ketua panitia penampilan tari tradisional dari Fakultas Seni dan Desain.
Selain tari tradisional, grup musik kampus dengan nama “Aksara Unismuh” mempersembahkan pertunjukan musik original yang menggabungkan instrumen tradisional dan modern. Mereka tampil dengan dua lagu original, “Kendari Matahari Terbit” dan “Mahasiswa Masa Depan”, yang langsung mendapat sambutan meriah dari penonton.
Penampilan teater siswa dari Unit Kesenian Drama Kampus juga menjadi bagian yang dinanti-nantikan. Mereka menampilkan adaptasi dari cerita rakyat Sulawesi Tenggara berjudul “Legenda Danau Towuti” dengan setting yang menarik, kostum yang detail, dan akting yang sangat natural. Banyak penonton yang terhenyak dan bahkan ada yang mengeluarkan air mata karena terjangkau emosi dari cerita yang ditampilkan.
Evaluasi dari Unit Akreditasi
Kepala Unit Akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Hj. Nurhayati Mahmud, M.Pd., mengatakan bahwa festival tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kualitas dan kuantitas peserta dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Kami mencatat peningkatan partisipasi mahasiswa mencapai 35 persen dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami semakin sadar akan pentingnya mengembangkan bakat di luar akademik,” ujar Dr. Nurhayati dalam konferensi pers pasca-acara.
Lebih lanjut, kepala Unit Akreditasi ini menjelaskan bahwa setiap penampilan dan pertandingan telah dievaluasi oleh juri profesional yang terdiri dari akademisi, atlet, dan seniman berpengalaman. “Standar penilaian kami mengacu pada kriteria internasional untuk memastikan bahwa penghargaan yang diberikan benar-benar mencerminkan prestasi dan dedikasi peserta,” tambah Dr. Nurhayati.
Dampak Positif bagi Mahasiswa dan Kampus
Kehadiran festival olahraga dan seni budaya ini memberikan dampak positif yang nyata bagi ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Selain sebagai ajang hiburan dan kompetisi, acara ini juga berfungsi sebagai media pengembangan soft skills mahasiswa, khususnya dalam hal kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen.
Para mahasiswa yang terlibat dalam panitia penyelenggaraan festival mendapat kesempatan praktik langsung dalam hal manajemen event, perencanaan logistik, public relations, dan penanganan masalah yang muncul secara spontan. “Pengalaman mengorganisir festival setingkat ini sangat berharga bagi pengembangan karir kami di masa depan. Kami belajar bagaimana mengelola ratusan peserta, menangani berbagai tantangan, dan memastikan acara berjalan lancar,” cerita Reza Handoko, mahasiswa semester lima dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menjadi koordinator panitia umum.
Selain itu, festival ini juga memperkuat identitas kampus dan meningkatkan kebanggaan sivitas akademika terhadap institusi mereka. Brand kampus menjadi semakin dikenal di kalangan masyarakat Kendari, khususnya melalui liputan media massa dan kehadiran undangan dari berbagai institusi eksternal.
Prestasi yang Melampaui Kompetisi
Menarik untuk dicatat bahwa beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang tampil dalam festival ini merupakan atlet dan seniman yang telah meraih prestasi di tingkat regional dan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kampus ini memiliki potensi besar dalam mengembangkan talent muda yang berkompeten.
Salah satunya adalah Dhea Maharani dari Fakultas Seni dan Desain, yang merupakan juara tari modern tingkat provinsi tahun lalu. Dalam festival ini, Dhea kembali menampilkan karya tari modern originalnya yang menggabungkan elemen kontemporer dengan nuansa lokal. “Saya ingin terus mengembangkan seni tari saya dan menjadikan universitas sebagai platform untuk berkreasi. Dukungan dari institusi sangat membantu untuk terus berkembang,” kata Dhea dengan penuh antusiasme.
Demikian juga dengan Muhammad Rizki Pasha dari Fakultas Hukum yang merupakan pemain catur berbakat dan telah meraih ranking catur Sulawesi Tenggara. Dalam festival ini, Rizki berhasil memenangkan kompetisi catur dengan menunjukkan strategi bermain yang matang dan pola pikir yang tajam.
Penutup dan Komitmen Berkelanjutan
Kesuksesan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengumumkan bahwa festival akan terus diselenggarakan setiap tahun dengan skala dan kualitas yang terus ditingkatkan.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan festival ini sebagai salah satu flagship event kampus yang tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi ajang promosi bagi universitas kami di tingkat regional dan nasional,” demikian pernyataan Rektor dalam penutupan acara.
Dengan antusiasme penuh dari seluruh stakeholder, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari pengembangan holistik mahasiswa yang seimbang antara aspek akademik, olahraga, dan seni budaya. Festival yang telah berlangsung sukses ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas dan eksklusivitas Universitas Muhammadiyah Kendari di mata publik dan stakeholder pendidikan.
(Laporan dari Kendari)
—
Penulis adalah Jurnalis Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari