KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Akreditasi memulai era baru dalam komitmen meningkatkan kualitas pendidikan dengan meluncurkan Program Peningkatan Mutu Terpadu 2026 pada hari Sabtu, 13 April 2026. Program komprehensif ini dirancang untuk mempercepat pencapaian akreditasi institusional A dan meningkatkan standar akademik di seluruh lini institusi.
Acara peluncuran dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Pimpinan Unit Akreditasi, dosen, staf administratif, dan perwakilan mahasiswa. Inisiatif ini menandai babak baru dalam strategi peningkatan mutu yang lebih terstruktur dan berbasis data setelah institusi berhasil meraih akreditasi institusional B pada tahun 2023.
LATAR BELAKANG DAN MOMENTUM STRATEGIS
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua dekade terakhir. Namun, perjalanan menuju akreditasi institusional A memerlukan upaya yang lebih intensif dan terkoordinasi dengan baik.
Data internal menunjukkan bahwa meski institusi telah mencapai akreditasi B pada 2023, terdapat beberapa aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan. Hal ini mencakup riset dan publikasi ilmiah, infrastruktur akademik, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan internasional, dan pengembangan program studi berkualitas tinggi.
“Kami memahami bahwa perjalanan menuju akreditasi A bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan refleksi komitmen nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bambang Suryanto, M.Si., dalam sambutan pembukaan acara peluncuran program.
ISI PROGRAM PENINGKATAN MUTU TERPADU 2026
Program Peningkatan Mutu Terpadu 2026 yang dirancang Unit Akreditasi mencakup lima pilar utama yang saling terintegrasi. Kelima pilar tersebut adalah penguatan standar pembelajaran, peningkatan riset dan publikasi, pengembangan infrastruktur akademik, peningkatan keterlibatan stakeholder, dan inovasi pengelolaan institusi.
Pilar pertama, penguatan standar pembelajaran, fokus pada pembaruan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Strategi ini melibatkan evaluasi mendalam terhadap learning outcomes setiap program studi dan penyesuaian metode pengajaran dengan mengintegrasikan teknologi pembelajaran digital.
“Kami telah mengidentifikasi bahwa beberapa program studi perlu disesuaikan dengan perkembangan industri 4.0 dan Society 5.0. Oleh karena itu, tim kami akan bekerja dengan program studi untuk melakukan review kurikulum secara berkala,” jelas Kepala Unit Akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Siti Nurjannah, M.Pd., dalam sesi teknis Program Peningkatan Mutu.
Pilar kedua menyoroti pentingnya riset dan publikasi ilmiah sebagai indikator kualitas institusi perguruan tinggi. Target ambisius ditetapkan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah dosen di jurnal internasional terakreditasi dari rata-rata 15 publikasi per tahun menjadi 40 publikasi pada tahun 2026.
“Kami akan memberikan insentif khusus bagi dosen yang mempublikasikan hasil riset di jurnal internasional bereputasi. Selain itu, kami juga akan menyelenggarakan workshop rutin tentang penulisan karya ilmiah dan manajemen penelitian,” tambah Dr. Siti Nurjannah.
Pilar ketiga berkaitan dengan pengembangan infrastruktur akademik yang memadai. Universitas Muhammadiyah Kendari telah merencanakan pembangunan fasilitas baru, termasuk perpustakaan digital terintegrasi, laboratorium terkini untuk program studi sains dan teknologi, serta pusat inovasi dan entrepreneurship.
Kepala Bagian Infrastruktur dan Fasilitas, Ir. Hendra Wijaya, M.T., menjelaskan bahwa investasi infrastruktur ini bukan hanya untuk memenuhi standar akreditasi, melainkan untuk menciptakan ekosistem akademik yang mendukung pembelajaran optimal.
“Laboratorium baru yang sedang kami konstruksi akan dilengkapi dengan peralatan terkini yang memenuhi standar internasional. Kami juga menyiapkan pusat inovasi yang akan menjadi inkubator bagi ide-ide kreatif mahasiswa dan dosen,” ujar Ir. Hendra Wijaya.
Pilar keempat menekankan pentingnya keterlibatan stakeholder eksternal dalam pengembangan institusi. Program ini mencakup peningkatan kerjasama dengan industri, lembaga pemerintah, organisasi internasional, dan organisasi masyarakat sipil.
“Kami telah memulai dialog dengan berbagai stakeholder industri di Kendari dan sekitarnya untuk mengidentifikasi kebutuhan praktis yang harus dipenuhi oleh lulusan kami. Feedback ini akan kami integrasikan dalam pengembangan program akademik,” kata Dr. Siti Nurjannah.
Pilar kelima fokus pada inovasi pengelolaan institusi melalui peningkatan sistem informasi manajemen, tata kelola yang transparan, dan pengembangan budaya mutu di seluruh tingkat organisasi.
TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI
Meskipun program ini ambisius, Universitas Muhammadiyah Kendari menyadari adanya tantangan dalam implementasinya. Tantangan finansial, keterbatasan sumber daya manusia berkualitas tinggi, dan kebutuhan untuk mengubah budaya organisasi menjadi fokus perhatian serius.
Untuk mengatasinya, universitas telah mengembangkan roadmap implementasi yang terukur dengan milestone yang jelas. Setiap program studi dan unit kerja telah ditugaskan dengan tanggung jawab spesifik yang disertai dengan indikator kinerja utama (KPI) yang terukur.
“Kami percaya bahwa kesuksesan program ini bergantung pada komitmen bersama dari seluruh civitas akademika. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat untuk memastikan setiap inisiatif berjalan sesuai rencana,” tegas Rektor Prof. Dr. H. Bambang Suryanto.
Universitas juga telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar 15 miliar rupiah untuk mendukung implementasi program peningkatan mutu ini. Dana ini akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur, pelatihan dosen, insentif penelitian, dan peningkatan teknologi informasi.
DAMPAK YANG DIHARAPKAN
Keberhasilan Program Peningkatan Mutu Terpadu 2026 diharapkan akan membawa dampak signifikan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dan stakeholder terkait.
Secara akademik, program ini diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif di pasar kerja global. Dengan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri dan fasilitas pembelajaran yang lebih baik, mahasiswa akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kompetensi yang relevan.
Dari perspektif riset, peningkatan publikasi ilmiah akan meningkatkan kontribusi Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang-bidang yang relevan dengan konteks lokal Sulawesi Tenggara.
“Kami berharap bahwa dengan peningkatan kualitas penelitian, universitas dapat berkontribusi lebih aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tenggara,” tambah Prof. Dr. H. Bambang Suryanto.
Dampak lain yang diharapkan adalah peningkatan reputasi dan citra institusi di tingkat nasional dan internasional. Akreditasi institusional A akan memberikan pengakuan resmi bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah memenuhi standar kualitas tertinggi sebagai institusi pendidikan tinggi.
DUKUNGAN DAN HARAPAN CIVITAS AKADEMIKA
Respon positif datang dari berbagai pihak dalam komunitas kampus. Para dosen dan staf menyampaikan dukungan mereka terhadap inisiatif peningkatan mutu, meski beberapa mengakui tantangan dalam implementasinya.
Seorang dosen dari Fakultas Teknik, Dr. Andi Rachmat, S.T., M.T., menyatakan optimismenya terhadap program. “Saya sangat mendukung inisiatif ini karena memberikan kesempatan bagi kami untuk terus berkembang secara profesional. Dengan dukungan untuk penelitian dan publikasi, saya yakin tim kami dapat menghasilkan kontribusi ilmiah yang bermakna,” katanya.
Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari, Fatwa Rahman, juga menyampaikan antusiasme mahasiswa terhadap program. “Sebagai mahasiswa, kami berharap bahwa program ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan fasilitas yang lebih mendukung proses belajar mengajar. Kami juga siap berkontribusi aktif dalam implementasi program ini,” ujar Fatwa Rahman.
KOMITMEN JANGKA PANJANG
Sementara target utama adalah pencapaian akreditasi institusional A pada 2026, Universitas Muhammadiyah Kendari memandang Program Peningkatan Mutu Terpadu sebagai fondasi untuk komitmen jangka panjang terhadap keunggulan akademik.
“Akreditasi A bukan akhir perjalanan kami, melainkan awal dari upaya berkelanjutan untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas. Kami berkomitmen untuk menjadi universitas yang tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi menjadi institusi yang diakui secara global atas kontribusinya terhadap pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat,” pungkas Prof. Dr. H. Bambang Suryanto.
PENUTUP
Peluncuran Program Peningkatan Mutu Terpadu 2026 oleh Universitas Muhammadiyah Kendari menandai komitmen serius institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Dengan strategi komprehensif yang mencakup penguatan pembelajaran, riset, infrastruktur, stakeholder engagement, dan inovasi pengelolaan, universitas memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai target ambisius mereka.
Kesuksesan program ini akan sangat bergantung pada dedikasi dan kolaborasi seluruh civitas akademika, dukungan stakeholder eksternal, serta komitmen finansial dan manajemen institusi. Jika target tercapai, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya akan meraih akreditasi institusional A, tetapi juga akan memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan tinggi berkualitas di Sulawesi Tenggara.
Masyarakat, terutama calon mahasiswa dan keluarganya, dapat mengantisipasi bahwa pilihan Universitas Muhammadiyah Kendari akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan karir dan kehidupan mereka di masa depan.
—
Ditulis oleh: Redaksi Berita Kampus
Tanggal Publikasi: 13 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara